Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa kendaraan identitas Koperasi Merah Putih ini merupakan tahap awal dari total target 764 unit armada yang akan disalurkan secara bertahap ke 382 titik koperasi di 28 kecamatan.
“Distribusi diprioritaskan bagi desa yang telah memenuhi syarat. Saat ini, pembangunan koperasi di 57 desa sudah rampung 100 persen, dan ini menjadi sinyal positif kemajuan program KDKMP,” jelas Letkol Inf Dedy.
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto. Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian desa serta memperlancar rantai pasok hasil pertanian hingga ke pasar.
Dukungan ini disambut antusias oleh para pengurus koperasi di tingkat desa. Khosip Ikhsan, Ketua KDKMP Desa Pesen, mengakui bahwa armada ini sangat membantu mobilitas logistik warga.
Ia berharap program ini mampu membuka lapangan kerja baru dan menjadikan desa sebagai kekuatan pangan yang mandiri.
Dengan bergulirnya program ini, Bojonegoro kini mengemban misi sebagai daerah percontohan nasional yang membuktikan bahwa desa mampu mengelola distribusi dan meningkatkan nilai ekonomi secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak luar.(red)













