BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) mengambil langkah taktis untuk mengamankan sektor pertanian dari dampak musim kemarau.
Salah satunya dengan melakukan normalisasi Kali Gandong di wilayah Kecamatan Purwosari guna menjaga ketersediaan pasokan air irigasi.
Normalisasi ini dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur (sedimentasi) serta membersihkan semak belukar yang selama ini menyumbat aliran sungai.
Dengan pengerukan ini, fungsi Kali Gandong sebagai sumber pengairan utama diharapkan dapat kembali optimal.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, menjelaskan bahwa Kali Gandong merupakan urat nadi pertanian di wilayahnya.
Sungai yang berhulu di wilayah selatan Bojonegoro—meliputi Kecamatan Sekar, Gondang, dan Temayang—ini menjadi satu-satunya tumpuan irigasi bagi sekitar 80 hektare lahan persawahan.
”Kali Gandong ini mengairi lahan pertanian yang tersebar di tujuh desa, yaitu Desa Purwosari, Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, dan Pelem. Normalisasi ini sangat krusial untuk mengoptimalkan kembali fungsi sungai sebagai penyuplai air,” ujar Ike.
Menurut Ike, pelaksanaan normalisasi di tengah puncak musim kemarau saat debit air menyusut drastis merupakan momentum yang sangat tepat.
Kondisi sungai yang hampir mengering memudahkan alat berat melakukan pengerukan sedimentasi secara maksimal dan menyeluruh.
”Kami berharap normalisasi ini mampu meningkatkan kapasitas tampung dan memperlancar distribusi air hingga ke ujung saluran, sehingga produktivitas pertanian masyarakat di Purwosari tetap terjaga meskipun di tengah musim kemarau,” tambahnya.
Senada dengan Camat, Kepala Desa Ngrejeng, Arif Yanuar Andika, menyambut baik dan mengapresiasi gerak cepat Pemkab Bojonegoro.
Sebelum dinormalisasi, aliran Kali Gandong sangat tersumbat oleh tumpukan sedimentasi dan tanaman liar, membuat air sulit menjangkau area persawahan warga.
”Setelah dibersihkan, aliran air dari hulu mulai keluar dan mengalir dengan lancar. Ini sangat membantu para petani di sekitar bantaran sungai yang saat ini sangat membutuhkan air untuk irigasi sawah mereka,” ungkap Arif.
Arif pun berharap pemeliharaan dan normalisasi Kali Gandong dapat dilakukan secara berkala.
Hal ini penting agar fungsi ekologis dan ekonomis sungai sebagai sumber utama pengairan pertanian di wilayah Ngrejeng dan sekitarnya tetap terjaga secara berkelanjutan.(sy/*)













