BOJONEGORO||TRANSISINEWS — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) menggelar Bojonegoro Youth Festival (BYF) 2026 di Bojonegoro Sport Center (BSC), kompleks Gedung DPRD Bojonegoro, Sabtu (24/10/2026).
Perhelatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 sekaligus menjadi wadah apresiasi potensi generasi muda.
Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa festival ini dirancang secara terpadu menggabungkan unsur olahraga, kompetisi, pelatihan industri kreatif, seni pertunjukan, hingga pemberdayaan ekonomi warga melalui keterlibatan 30 UMKM wirausaha muda Bojonegoro.
Guna menarik antusiasme pengunjung serta menggerakkan roda ekonomi UMKM lokal, panitia menyediakan sebanyak 600 voucher belanja gratis yang didistribusikan secara bertahap dalam tiga sesi, yakni pukul 06.30 WIB, 12.00 WIB, dan 17.00 WIB di area pintu masuk lokasi acara.
”Keterlibatan wirausaha muda dalam festival ini diharapkan dapat mendorong kreativitas, kemandirian ekonomi, serta menumbuhkan ekosistem kewirausahaan yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Arief Nanang Sugianto.
Rangkaian kegiatan BYF 2026 berlangsung padat sejak pagi hingga malam hari. Diawali dengan senam Zumba massal pada pukul 07.00 WIB, acara dilanjutkan dengan berbagai lomba seperti olahraga tradisional terompah panjang, lomba pidato kepemudaan, Battle of Mind, serta Talent Parade.
Memasuki siang hari, ajang pengembangan kapasitas pemuda diisi dengan Workshop Barista dan Workshop Content Creator, yang diselingi dengan pertunjukan Jamming Perkusi bersama Malinke Percussion.
Puncak perayaan yang dimulai pukul 19.00 WIB menyajikan Parade Defile Organisasi Kepemudaan (OKP), penganugerahan Awarding Kepemudaan dan Pemuda Pelopor, serta panggung hiburan musik yang menghadirkan pertunjukan seni dari Sanggar Tari Angling Dharma, Bojonegoro Youth Choir, Fahdan, serta Nano Project Orchestra.
Melalui penyelenggaraan BYF 2026, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk terus membuka ruang partisipasi aktif bagi pemuda dalam pembangunan daerah, pengembangan ekonomi kreatif, dan pelestarian seni budaya lokal.(*/sy)













