BOJONEGORO||TRANSISINEWS— Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatimah Bojonegoro, KH Tamam Syaifuddin, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Polres Bojonegoro dalam menjalankan program Polisi Bersama Masyarakat.
Langkah kepolisian tersebut dinilai efektif mempererat silaturahmi sekaligus membangun citra Polri yang humanis dan terbuka bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan KH Tamam Syaifuddin di sela-sela pelaksanaan agenda Polisi Peduli Pendidikan di kompleks Ponpes Al Fatimah, Jumat (23/10/2026).
Menurut Tokoh Agama Bojonegoro ini, kehadiran jajaran kepolisian melalui pendekatan edukatif dan sosial merupakan bentuk implementasi nyata dari transformasi pelayanan publik yang menyentuh akar rumput.
”Program Polisi Bersama Masyarakat ini sangat positif karena menghadirkan polisi lebih dekat dengan masyarakat tanpa sekat. Kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar KH Tamam Syaifuddin kepada awak media.
Ia menerangkan, pilar Polisi Peduli Pendidikan yang menyasar lingkungan pesantren dan sekolah merupakan investasi sosial jangka panjang untuk menanamkan kesadaran hukum serta pembentukan karakter generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan implementasi program Quick Wins Kapolri untuk memantapkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui pendekatan persuasif serta kemitraan strategis bersama tokoh agama dan lembaga pendidikan.
”Ke depan, kami berharap program ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama pelajar. Sinergi Polri dengan pesantren, sekolah, dan tokoh masyarakat perlu terus diperkuat untuk membangun kesadaran hukum sejak dini serta mewujudkan Bojonegoro yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.(*/red)













