BOJONEGORO||TRANSISINEWS— Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro menggelar Kunjungan dan Pembinaan Tematik Tahun 2026 bertajuk “Pengembangan Gayatri, Pilah Sampah RT” di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro dr. Hj. Cantika Wahono, jajaran pengurus kabupaten, Camat Kedungadem beserta Forkopimcam, Kepala Desa Sidomulyo Hari Agus Sugiharto, Ketua TP PKK Desa Sidomulyo Ninik Yulianis, serta ketua dan pengurus TP PKK desa se-Kecamatan Kedungadem.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Desa Sidomulyo, Ninik Yulianis, menyampaikan bahwa Desa Sidomulyo memiliki potensi sumber daya masyarakat yang tersebar di lima dusun—Gembol, Mlaten, Selinggang, Sanggar, dan Gendong—dengan populasi sekitar 3.653 jiwa yang siap mendukung kelancaran program pemberdayaan keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, dr. Hj. Cantika Wahono, menjelaskan bahwa pembinaan tematik ini diselenggarakan untuk menyosialisasikan hasil Rakernas TP PKK periode 2025–2030 sekaligus mempercepat program unggulan Pemkab Bojonegoro, khususnya pengembangan program Gayatri (Gerakan Ayam dan Telur Mandiri).
Sebagai wujud dukungan nyata, TP PKK Kabupaten Bojonegoro menyerahkan bantuan 54 ekor ayam kepada warga setempat.
“Harapannya, masing-masing keluarga di setiap rumah bisa memiliki Gayatri sekitar lima sampai sepuluh ekor. Manfaatnya bisa meningkatkan konsumsi protein, menambah pendapatan rumah tangga melalui penjualan telur, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Cantika Wahono.
Meski demikian, Cantika menekankan perlunya solusi bersama terkait sejumlah kendala lapangan dalam pengembangan Gayatri, seperti ketersediaan pakan, stabilitas harga pakan, dan harga jual telur di pasaran.
Selain program Gayatri, Cantika juga menggalakkan gerakan pemilahan sampah rumah tangga (organik dan anorganik) sejak dari tingkatan RT agar memiliki nilai ekonomi (monetisasi).
“Memilah sampah organik dan anorganik itu supaya menghasilkan uang. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik ditabung ke bank sampah atau diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual seperti tas dari plastik bekas kemasan,” jelasnya.
Ia mendorong seluruh desa untuk mengoptimalkan keberadaan bank sampah, di mana hasil tabungan sampah warga dapat dimanfaatkan untuk pembayaran pajak daerah maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.
Melalui sinergi program Gayatri dan pengelolaan sampah berbasis RT ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro optimistis kemandirian ekonomi, kualitas gizi keluarga, serta kelestarian lingkungan di tingkat desa dapat terwujud secara berkelanjutan.(sy/hf/red)













