Ads
Pemerintahan

Menikmati ‘Negeri di Atas Angin’ dan Jejak Tektonik Purba Bojonegoro Selatan

syailendraachmad51
×

Menikmati ‘Negeri di Atas Angin’ dan Jejak Tektonik Purba Bojonegoro Selatan

Sebarkan artikel ini
ADRIhaP3r9V1Ugaf

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS— Terletak di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), Geosite Atas Angin Formasi Kalibeng di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, menawarkan keunikan kekayaan alam yang memikat. Tak sekadar menyuguhkan panorama bentang alam yang memanjakan mata, geosite ini menjadi salah satu lokasi kunci untuk mempelajari geomorfologi dan dinamika tektonik Zona Kendeng.

​Sebagai salah satu destinasi andalan di wilayah Bojonegoro selatan, Atas Angin menyimpan rekaman sejarah bumi yang terbentuk sejak ribuan hingga jutaan tahun silam. Area puncaknya menjadi titik pengamatan geomorfologi ideal, menyajikan pemandangan spektakuler mulai dari bentang Gunung Pandan di sisi selatan hingga keunikan Bukit Lawang di sisi timur.

​Penelusuran redaksi bersama tim akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta pada akhir Juli 2026 mengungkapkan sejarah geologi mendalam di kawasan ini. Formasi Atas Angin diawali oleh pengendapan material vulkaniklastik purba secara masif di dasar laut. Akibat dinamika tektonik, suksesi batuan tersebut terangkat dan terlipat hingga membentuk bentang alam struktural berupa punggungan sinklin.

​Struktur geologi ini mengontrol sistem hidrogeologi kawasan secara langsung. Batugamping Formasi Klitik di bagian atas bukit mengalami proses karstifikasi, menciptakan rongga dan rekahan yang berfungsi sebagai akuifer penyimpan air hujan secara optimal. Air tanah tersebut kemudian mengalir keluar secara alami melalui rekahan menjadi mata air di lereng perbukitan, yang menjadi sumber kehidupan utama warga Desa Deling dan sekitarnya.

​”The highest point the lands stood. ‘Negeri’ means land or country, ‘Atas’ means the top and ‘Angin’ means wind,” ujar Tim Pendamping Teknis C. Prasetyadi, Dosen Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta, saat menerangkan karakter titik tertinggi Geosite Negeri Atas Angin beserta struktur lapisan tanahnya.

​Dari puncak Atas Angin, pengunjung dapat mengamati dua fitur geologi utama, yakni Intrusi Pandan dan Bukit Lawang. Intrusi Pandan merupakan manifestasi gunung api purba yang kini tersingkap ke permukaan akibat proses erosi intensif—sebuah bukti ilmiah penting mengenai dinamika pergeseran jalur magmatik (volcanic arc) Pulau Jawa ke arah utara (back-arc).

​Sementara itu, Bukit Lawang menyajikan keunikan tersendiri berupa dua celah tebing vertikal yang saling berhadapan sejajar dengan bidang sesar. Sesuai namanya, ‘Lawang’ yang berarti pintu atau gerbang, fitur sisa erosi alami ini tampak kokoh layaknya gerbang batu raksasa yang membentang di Bojonegoro selatan.

​Keberadaan Geosite Atas Angin menegaskan potensi besar Kabupaten Bojonegoro dalam pengembangan kawasan wisata berbasis edukasi geologi (geotourism) yang memadukan keindahan alam dengan kekayaan sejarah bumi.(sy/red)