BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Universitas Bojonegoro (Unigoro) secara resmi memperluas jaringan akademik internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama dua perguruan tinggi ternama asal Thailand, yaitu Shinawatra University dan Thai Global Business Administration Technological College, Selasa (23/06/2026).
Kolaborasi lintas negara ini difokuskan pada penguatan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi mendongkrak daya saing global civitas akademika Unigoro.
Dosen Fakultas Hukum Unigoro, Irma Mangar, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir, terdapat tiga dosen delegasi dari Unigoro yang melakukan kunjungan langsung ke Thailand.
Kunjungan kerja tersebut meliputi serangkaian agenda konferensi internasional, program pertukaran pengajar (lecturer exchange), serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari program internasionalisasi kampus.
“Kami menyampaikan harapan terkait keberlangsungan kerja sama ini, mulai dari student exchange (pertukaran mahasiswa), pertukaran dosen, hingga kolaborasi dalam bidang penelitian. Alhamdulillah, kedua kampus di Thailand tersebut memberikan respons yang sangat positif dan berharap program-program ini dapat secepatnya terlaksana,” tutur Irma, Rabu (24/06/2026).
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Irma juga berkesempatan menjadi pembicara dalam sesi kuliah tamu (guest lecture).
Di hadapan mahasiswa Thailand, ia memaparkan materi krusial mengenai keterkaitan antara hukum internasional, hak asasi manusia (HAM), serta hukum bisnis internasional dalam mendukung ekosistem kerja sama global.
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap hukum internasional merupakan kunci utama untuk memberikan kepastian hukum dalam hubungan diplomatik maupun hubungan bisnis lintas negara.
“Kami juga menyinggung tentang pentingnya penghormatan terhadap HAM demi menciptakan praktik bisnis yang adil, etis, dan berkelanjutan. Di era globalisasi saat ini, khususnya di kawasan ASEAN, pemahaman terhadap ketiga aspek itu menjadi bekal penting bagi para siswa dan calon mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia internasional,” pungkas dosen asal Kepulauan Aru, Maluku tersebut.(red/*)












