Ads
PemerintahanRagamRegional

HUT ke-18 SRC di Bojonegoro, Nurul Azizah Dorong Toko Ritel Serap Telur dari Program Gayatri

syailendraachmad51
×

HUT ke-18 SRC di Bojonegoro, Nurul Azizah Dorong Toko Ritel Serap Telur dari Program Gayatri

Sebarkan artikel ini
IMG 20260604

 

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sampoerna Retail Community (SRC) ke-18 yang digelar di Pendopo Malowopati Bojonegoro menjadi panggung penguatan ekonomi kerakyatan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membidik jaringan ritel tradisional modern ini untuk menyerap produk pangan lokal, khususnya pasokan telur dari program pemberdayaan daerah.

​Acara yang mengusung tema “Bukti Nyata #JadiLebihBaik” ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan Romulus Sutanto, Ketua Paguyuban Mitra Sigaret Indonesia (PMSI) Sriyadi Purnomo, serta Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Suprapto.

Hadir pula perwakilan mitra strategis dari BRI Cabang Bojonegoro, Telkomsel Indonesia, dan ratusan pemilik toko kelontong SRC dari berbagai penjuru Bojonegoro.

​Dalam sambutannya, Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan, Romulus Sutanto, melayangkan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra pilar yang setia mengawal perjalanan SRC sejak berdiri pada tahun 2008.

Dari sebuah komunitas kecil, kini SRC telah menjelma menjadi salah satu kekuatan ritel terbesar di Indonesia dengan jaringan mencapai 250 ribu toko yang tersebar di 514 kabupaten/kota.

​Apresiasi senada dituturkan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Mewakili jajaran pemkab, Nurul memuji transformasi estetika toko tradisional SRC yang kini tampil bersih, rapi, dan modern, sehingga memiliki daya saing tinggi di mata konsumen. Di wilayah Bojonegoro sendiri, saat ini tercatat sedikitnya ada 750 pedagang yang telah bergabung dalam ekosistem SRC.

​Menariknya, Nurul Azizah mengawali arahannya dengan memperkenalkan busana batik motif khas Bojonegoro “Obor Sewu” yang dikenakannya.

Motif yang terinspirasi dari filosofi perjuangan Samin Surosentiko itu dinilai memiliki kesamaan spirit dengan Sampoerna.

Ia berharap ke depan lahir inovasi kolaboratif yang mampu mengangkat eksistensi para pengrajin batik lokal di kancah nasional.

​Lebih dalam, Wabup menekankan pentingnya membangun jembatan kemitraan antara pelaku ritel dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti Dinas Perdagangan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Sinergi ini diarahkan untuk mengoneksikan toko kelontong dengan para peternak lokal binaan Pemkab Bojonegoro melalui Program Gayatri (Gerakan Ayam Petelur Mandiri).

​Program Gayatri merupakan skema pemberdayaan ekonomi di mana keluarga penerima manfaat mendapatkan stimulan bibit ayam petelur beserta kandangnya, yang saat ini telah berproduksi secara rutin setiap hari.

​”Apabila rantai pasok kebutuhan telur di 750 toko SRC Bojonegoro bisa disuplai langsung oleh para peternak penerima manfaat Program Gayatri, maka akan tercipta simbiosis mutualisme yang luar biasa. Toko ritel mendapatkan barang segar, dan peternak lokal memperoleh kepastian pasar,” urai Nurul Azizah.

​Dalam sesi diskusi interaktif di pendopo, terungkap data komparasi harga yang cukup signifikan. Selama ini, sebagian besar pedagang SRC di Bojonegoro mendatangkan pasokan telur dari wilayah Kediri dengan harga berkisar Rp26.000 per kilogram.

​Sementara itu, komoditas telur segar yang dihasilkan dari peternak lokal Program Gayatri di Bojonegoro justru memiliki harga yang jauh lebih kompetitif, yakni berada di kisaran Rp24.000 per kilogram.

​Melihat adanya selisih harga yang menguntungkan tersebut, Nurul Azizah mendesak agar jaringan perkulakan SRC di Bojonegoro segera mengalihkan serapan pasarnya ke produk lokal. Langkah ini dinilai strategis agar perputaran modal tetap berputar di dalam daerah.

​”Ini adalah peluang emas untuk membentengi ekonomi regional. Kita harus berkomitmen agar produk yang dihasilkan oleh masyarakat Bojonegoro dapat dinikmati dan diserap oleh pasar Bojonegoro sendiri, sehingga asas manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga kita,” pungkasnya.(red)