Ads
Pemerintahan

Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas, Pemkab Bojonegoro Bersama STIKES Rajekwesi Luncurkan Inovasi Produk Herbal

syailendraachmad51
×

Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas, Pemkab Bojonegoro Bersama STIKES Rajekwesi Luncurkan Inovasi Produk Herbal

Sebarkan artikel ini
JpN9ULN4mL1npQWR

 

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama lintas sektor dalam mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas sukses dilaksanakan di Balai Desa Dander, Kecamatan Dander, Rabu (3/6/2026).

Program akselerasi ekonomi ini didanai langsung oleh DPPM DIKTI – LLDIKTI Wilayah VII melalui LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro.

​Agenda tersebut menandai dibukanya Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan dan Peningkatan UKM Disabilitas Dalam Mengembangkan Inovasi Produk Herbal Berbasis Evidence Based Medicine”.

​Hadir dalam kegiatan ini Ketua STIKES Rajekwesi Bojonegoro Evita Isnanda, Wakil Ketua 3 STIE Cendekia Bojonegoro Ahmad Saifurriza Effasa, Ketua PKM Rony Setianto, Sekretaris Desa Dander Ardi Sanjaya, Ketua Mitra Aneka Warna, serta Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehabsos) Dinas Sosial Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah.

​Dalam sesi dialog, suasana berlangsung interaktif dan dinamis. Salah satu peserta perwakilan dari anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kecamatan Balen, Munari, menyampaikan aspirasinya terkait optimalisasi alat kerja.

Ia berharap bantuan peralatan usaha yang telah diterima sebelumnya dapat ditunjang dengan penambahan alat pelengkap lainnya guna memaksimalkan proses produksi di lapangan.

​Menanggapi hal tersebut, Kabid Rehabsos Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menyambut baik masukan konstruktif dari pelaku usaha disabilitas.

Pihaknya menegaskan komitmen penuh Dinas Sosial untuk terus mengawal keberlanjutan program pemberdayaan ini agar tidak berhenti di tengah jalan.

​Ke depan, Dinas Sosial juga akan berkolaborasi erat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait guna memfasilitasi program pelatihan lanjutan.

Upaya ini dinilai penting untuk semakin mengasah keterampilan serta kapasitas manajerial para pelaku usaha disabilitas.

​“Kami mengapresiasi masukan dari para pelaku usaha di lapangan. Dinas Sosial berkomitmen untuk terus mendampingi dan siap memperluas sinergi dengan OPD lain. Tujuannya agar pelatihan dan sarana pendukung bagi kawan-kawan disabilitas bisa semakin komprehensif,” ujar Nafiatin Ni’mah.

​Sinergi lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, hingga kelompok kemitraan ini diharapkan mampu mendampingi UKM disabilitas secara menyeluruh (end-to-end).

Mulai dari sisi standardisasi produk berbasis medis (evidence-based), manajemen keuangan, hingga penguatan kompetensi produk agar mampu bersaing secara mandiri di pasar luas. (*/red)