BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Antisipasi Premanisme.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba dan premanisme.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menangani masalah narkoba dan premanisme.
“Saya pernah membaca sebuah literasi, bahwa anak dari orang tua pengguna narkoba punya risiko tinggi lahir dengan IQ di bawah rata-rata. Ini bukan hanya merusak diri, tapi juga masa depan bangsa,” ungkap Bupati.
Beliau juga menambahkan, “Premanisme dan narkoba ini tidak bisa ditangani sendiri. Harus kita perangi bersama, dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat,” serunya.
Sementara itu, Kabid Eksosbud Bakesbangpol, Agus Imantoro, mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi nasional, namun ancaman narkoba dan premanisme dapat merusak stabilitas dan menakutkan investor.
“Jawa Timur punya potensi besar menjadi center of gravity ekonomi nasional. Tapi kalau dibiarkan, narkoba dan premanisme bisa merusak stabilitas dan menakutkan investor. Kita harus tanggap,” tegasnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Komisi A DPRD Jatim, BNNP Jawa Timur, jajaran Polda Jatim, serta tokoh pemuda, ormas, dan perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan membawa pengetahuan serta semangat pemberantasan narkoba ke tengah masyarakat luas.
Bupati Bojonegoro secara resmi membuka sosialisasi dengan harapan besar bagi keberhasilan upaya pencegahan narkoba dan premanisme di wilayah Bojonegoro.(sy)













