BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Jembatan penghubung antara Desa Pojok Kecamatan Purwosari dengan Desa Bonorejo Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, ambruk setelah hujan deras dengan intensitas tinggi pada Jumat (16/5/2025) malam. Jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 5 meter ini tidak bisa dilewati kendaraan roda 2 maupun roda 4 dan telah ditutup.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasani, Edi Majnun Al Mubarok, menyayangkan kejadian ini karena kegiatan rutinan di pondok pesantren yang diasuhnya terganggu.
“Jembatan ini sangat penting bagi kami, karena banyak jamaah yang ingin mengikuti kegiatan rutinan di pondok pesantren kami,” kata Edi Majnun Al Mubarok, Minggu (18/05/2025).
Edi Majnun Al Mubarok berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan ini dengan anggaran yang lebih besar dan desain yang lebih kuat.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan renovasi dan membangun kembali jembatan tersebut dengan anggaran yang lebih besar. Selain itu, kami juga mengusulkan agar posisi jembatan ditinggikan agar lebih tinggi dari permukaan sungai dan tidak sejajar dengan jalan,” ujarnya.
BPBD Bojonegoro telah mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Pemdes Pojok. Berbagai unsur terlibat dalam penanganan kejadian ini, termasuk BPBD Bojonegoro, Koramil Purwosari, BBWS, Satpol PP, Pemdes Pojok, dan masyarakat.
Dengan perbaikan ini, diharapkan jembatan dapat berfungsi kembali dengan baik dan aman bagi masyarakat.(sy)













