BOJONEGORO||TRANSISI NEWS – Sejarah baru tercipta dalam dunia perpolitikan di Kabupaten Bojonegoro, ketika seorang wakil rakyat menjabat sebagai anggota legislatif terpilih dan mewakili suara masyarakat dengan menyandang gelar DPRD, tentunya merupakan bentuk representasi dari suara rakyat.
Maka dari itu DPRD meluangkan waktu khusus dalam agenda kerja anggota DPRD yang digunakan untuk mengunjungi daerah pemilihan (dapil) masing-masing yang disebut dengan Masa Sidang Reses.
Jika biasanya anggota DPRD menggelar kegiatan masa sidang reses hanya diisi dengan pertemuan dan dialog bersama konstituen disebuah acara yang formal, namun kali ini ada yang berbeda dengan reses Masa Sidang I Tahun 2025 yang digelar oleh anggota DPRD Bojonegoro Fraksi Partai Nasdem Ahmad Suyono.
Kegiatan yang unik di masa sidang reses dilakukan oleh politisi muda yang duduk di Komisi D DPRD Bojonegoro. Ia memilih turun langsung ke areal persawahan, melaksanakan penyemprotan tanaman padi bersama para petani di Kecamatan Sumberrejo. Selasa (11/2/2025).
Dengan mengusung tema “Spray Massal Wong Tani NasDem Bojonegoro”, suyono menggelar reses yang disambut antusias oleh para petani setempat.
Wujud nyata dalam bekerja, Ahmad Suyono menyiapkan ratusan liter obat pertanian guna membantu para petani melindungi tanaman padi mereka dari hama dan terjun langsung ke areal persawahan dengan membawa alat semprot.
Ia menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dalam menunjang sektor pertanian sebagai sumber ekonomi warga sempat.
Disela-sela kegiatan para petani juga menyampaikan keterkaitan harga gabah yang saat ini berada di angka Rp6.500 per kilogram (HPP kering sawah), yang sebelumnya menjadi isu nasional juga sebagai program pemerintah pusat guna menunjang kesejahteraan petani serta menjaga ketahanan pangan.
Ahmad Suyono sebagai wakil rakyat menegaskan bahwa swasembada pangan tak kan terwujud tanpa ada campur tangan para petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Semua elemen wajib mengawal agar swasembada pangan benar-benar terwujud, khususnya di Bojonegoro”, ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kita harus memastikan petani mendapatkan sarana produksi yang berkualitas, harga jual yang layak, dan dukungan penuh dari pemerintah,” Tegas Ahmad Suyono.
Kegiatan unik dalam reses kali ini merupakan langkah baru dalam membentuk hubungan emosional dengan masyarakat sebagai wakil rakyat yang berkedudukan sebagai anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro. (sy)













