Ads
Pemerintahan

Diresmikan, Gedung PIG Geopark Bojonegoro Jadi Pusat Promosi Pariwisata Berbasis Geologi

syailendraachmad51
×

Diresmikan, Gedung PIG Geopark Bojonegoro Jadi Pusat Promosi Pariwisata Berbasis Geologi

Sebarkan artikel ini
Img 20250203 Wa0542 Copy 806x604

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meresmikan Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro pada Senin (3/2/2025) pukul 13.00 WIB di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro. Peresmian ini dibarengi dengan sarasehan bertema Peningkatan Promosi dan Peningkatan Wisata Bojonegoro Berbasis Geopark Bojonegoro, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata.

 

Sarasehan ini diikuti oleh pengelola wisata Geopark Bojonegoro, BUMDes, perwakilan hotel, biro travel, pelaku kuliner, Saka Pariwisata, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI), serta Kange Yune Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi dan pengelolaan Geopark Bojonegoro, yang telah masuk dalam kategori Geopark Nasional sejak 2017 dan kini dalam proses pengajuan ke UNESCO.

 

Tiga narasumber hadir dalam diskusi ini, yaitu Fikli Perdana Kusuma (Product Development Manager Greeneration Foundation), Agni (Manager Operasional Toyo Aji), dan Reni.

 

Dalam pemaparannya, Fikli Perdana Kusuma menjelaskan bahwa konsep Geopark memiliki tiga unsur utama, yaitu geologi, biologi, dan budaya. “Dalam pengembangannya, diperlukan peran dari regulator, perusahaan, media, dan akademisi. Pilar utama dalam pengembangan Geopark adalah edukasi kepada masyarakat, pembangunan berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Agni menekankan pentingnya aspek interpretasi, interkoneksi, serta riset dalam pengelolaan Geopark. “Baik pemerintah maupun pengelola wisata harus aktif dalam riset, konservasi, dan pendampingan. Selain itu, branding dan promosi melalui media sangat penting dalam membangun daya tarik Geopark Bojonegoro,” jelasnya.

 

Narasumber ketiga, Reni, menegaskan bahwa pengembangan Geopark harus dilakukan secara kolaboratif. “Geopark adalah proses bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, mari kita berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan Bojonegoro sebagai destinasi wisata berkelas dunia,” pungkasnya.

 

Dengan adanya Gedung PIG Geopark Bojonegoro dan berbagai strategi pengembangan yang dibahas dalam sarasehan ini, diharapkan pariwisata berbasis geologi di Bojonegoro semakin berkembang dan mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.(red)