Ads
PeristiwaRagam

Wujud Syukur dan Lestarikan Budaya, Masyarakat Bersama Pemdes Ngadiluhur Gelar Sedekah Bumi

syailendraachmad51
×

Wujud Syukur dan Lestarikan Budaya, Masyarakat Bersama Pemdes Ngadiluhur Gelar Sedekah Bumi

Sebarkan artikel ini
Img 20240730 Wa0101

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS-Sedekah bumi atau yang lebih dikenal dengan manganan merupakan upacara adat yang melambangkan rasa syukur terhadap Tuhan YME, atas rahmat serta rezeki yang melimpah melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Upacara ini sebenarnya sangat Populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa

Begitu pula halnya masyarakat Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar Sedekah bumi yang kali ini dilaksanakan di Pesarean Mbah Segoro tepatnya di Dusun Barek, pada hari Selasa (30/06/2024).

Seperti sedekah bumi pada umumnya, sedekah bumi di Pesarean Mbah Segoro ini juga merupakan adat istiadat masyarakat, yang tak pernah lupa akan budaya leluhur.

Nampak warga datang berbondong-bondong dengan membawa gunungan yang berisi berbagai macam hasil bumi atau palawija seperti terong, tomat, bawang merah, umbi, singkong dll.

Selanjutnya gunungan palawija akan di arak dari Dusun Barek menuju Balai Desa Ngadiluhur, setelah itu dibagikan kepada warga yang hadir dalam acara sedekah bumi tersebut, sebagai simbol guyup rukun dan gotong royong.

Dalam sambutannya Kades Ngadiluhur Mad Muhargo, mengucapakan terimakasih pada seluruh masyarakat yang telah andil untuk selalu melestarikan nilai-nilai budaya yang telah di turunkan oleh para leluhur.

“Melestarikan budaya dari leluhur adalah bagian dari kewajiban kita sebagai generasi penerus, untuk itu kami ucapkan terima kasih karena masyarakat dengan antusias telah ikut melaksanakan acara sedekah bumi di hari ini”, ucapnya.

Rangkaian acara dalam kegiatan sedekah bumi di Desa Ngadiluhur kali ini sedikit berbeda dengan rangkaian acara sedekah bumi tahun lalu. Adanya arak arakan gunungan palawija dan tidak ketinggalan pula kesenian langen tayub yang merupakan kesenian asli khas Kabupaten Tuban juga digelar untuk memeriahkan perayaan sedekah bumi.

Dalam kegiatan sedekah bumi di Desa Ngadiluhur ini masih sangat kental dengan budaya dan tradisi Jawa. Tradisi Sedekah bumi ini merupakan bukti bahwa budaya jawa dan ajaran islam dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan salah satu dari keduanya.

Mad Muhargo juga menyampaikan sedekah bumi ini merupakan wujud syukur juga sebagai budaya yang perlu dilestarikan serta diwariskan kepada generasi penerus.

“Selain itu juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, atas kemakmuran Desa Ngadiluhur, serta sebagai bentuk implementasi nilai sosial dan moral dalam bermasyarakat”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *