PBD- Transisinews.com. Pasca peristiwa penyerangan terhadap pos pengamanan TNI Angkatan Laut di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (22/3) lalu. Dikabarkan ada 2 (dua) orang Prajurit TNI AL meninggal dunia. dsn Juga seorang prajurit TNI AL lainnya mengalami luka dan sedang dirawat di RSAL di kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Kedua prajurit TNI AL yang meninggal dunia masing-masing adalah Prada Marinir Andi Suvio dari Batalyon Marinir (Yonmar) 7 dan Prada Marinir Elki Saputro dari Batalyon Marinir (Yonmar) 10. Sedangkan prajurit TNI AL yang mengalami luka adakan Kopda Marinir Eko Sutrisno dari Batalyon Marinir (Yonmar 7). Selain itu dalam penyerangan yang diduga 2 (dua) pucuk senjata api milik TNI AL dirampas oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB).
Jaringan Damai Papua (JDP) juga memperoleh informasi bahwa seorang anggota TPN PB dari Kodap IV Alfons Sorry juga tewas saat peristiwa penyerangan. Sebagai Juru bicara (Jubir) JDP, Yan Christian Warinussy menyampaikan permintaan agar para pihak yang bertikai dalam konflik bersenjata di wilayah Pemerintahan Kabupaten Maybrat agar dengan rendah hati menghentikan konflik bersenjata ini.” Ucap Warinussy
“JDP memberitahukan bahwa di Maybrat dan sekitarnya bukan merupakan wilayah atau zona perang. Sebab di wilayah Kabupaten Maybrat, Kabupaten Tambrauw bahkan Kabupaten Sorong Selatan di Provinsi Papua Barat Daya serta Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat adalah wilayah yang ada terdapat pemukiman warga sipil dan masyarakat Papua umumnya.”kata Warinussy.
Segenap rencana dan fakta konflik bersenjata pasti akan memengaruhi keberlangsungan kehidupan sosial kemasyarakatan di wilayah tersebut. JDP mengingatkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengambil dan memerintahkan dilakukannya penyelesaian berkeadilan atas situasi konflik bersenjata yang senantiasa terjadi diantar aparat TNI dan Polri dengan TPNPB.













