Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman Yuseriza A. Leksana DKPP Bojonegoro menyampaikan bahwa monitoring dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada petani sekaligus memastikan distribusi pupuk berjalan lancar.
“Kami ingin memastikan pupuk non-subsidi benar-benar sampai kepada kelompok tani sesuai alokasi dan waktu yang dibutuhkan. Ketersediaan pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan tanaman tembakau sehingga produktivitas dan mutu hasil panen dapat terus meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, DKPP akan terus melakukan pemantauan secara berkala selama musim tanam tembakau berlangsung, sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada petani agar penggunaan pupuk dilakukan secara tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara.
“Kami berharap kebutuhan nutrisi tanaman tembakau dapat terpenuhi secara optimal. Sinergi antara pemerintah, produsen, dan petani menjadi kunci agar musim tanam tahun ini menghasilkan panen tembakau yang berkualitas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani Bojonegoro,” pungkasnya.(sy/*)













