Disisi lain, sinyalemen bahwa acara tersebut telah dikondisikan menguat ketika Humas MedcoEnergi, Rusdi, membagikan draf rilis berita instan yang siap tayang kepada para jurnalis saat acara masih berlangsung.
Praktik menyodorkan narasi “siap saji” tanpa ruang verifikasi dan investigasi lebih lanjut ini dinilai melukai independensi pers. Mamang menyebut pola-pola pemberitaan berdasarkan pesanan atau arahan sepihak seperti ini secara perlahan dapat membunuh karakter dan marwah jurnalisme itu sendiri.
Pantauan MCS, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi korporasi, antara lain, Ary Dwipermana (Senior Manager Relations & Security Offshore MedcoEnergi), Hartono (Manager Field Relations & Community Enhancement East Java), dan Danof Daniel (Manager Media Relations Medco E&P), serta Perwakilan SKK Migas Jabanusa, hingga Diurut Utama PT. Geliat Sampang Mandiri (GSM), Moh. Tamsul, SE, bersama Kustantina, S.Si, M.Si selaku Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sampang.
Menariknya, saat Mamang melontarkan kritik tajam mengenai pola komunikasi satu arah dan draf berita instan tersebut, Hartono yang bertindak sebagai pembicara dalam sesi tanya jawab memilih untuk tidak memberikan jawaban atau tanggapan konkret.
Sikap bungkam dari pihak manajemen MedcoEnergi ini seolah menguatkan keresahan yang disuarakan oleh para pekerja pers di Sampang mengenai sumbatnya ruang dialog yang transparan. (tss)













