Dalam penanganannya, operasi bukan selalu menjadi pilihan utama. Menurut dr. Roy, terapi dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan, hingga tindakan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) atau pemecahan batu menggunakan gelombang kejut.
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi kedokteran membuat operasi batu ginjal kini jauh lebih aman dan minim luka. Tindakan dilakukan menggunakan alat endoskopi yang kemudian dibantu teknologi laser sehingga tidak memerlukan sayatan besar. Dengan metode tersebut, pasien umumnya sudah dapat pulang dalam waktu satu hingga dua hari apabila kondisi pascaoperasi berjalan baik.
“Operasi sekarang tidak identik dengan sayatan besar. Teknologi yang kami miliki memungkinkan tindakan dilakukan secara minimal invasif sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat. Layanan ini sudah tersedia di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Roy mengimbau masyarakat untuk membiasakan minum air putih sebanyak 1,5 hingga 2 liter setiap hari, rutin berolahraga, dan tetap aktif bergerak. Menurutnya, batu ginjal yang masih berukuran kecil berpeluang keluar atau hancur secara alami apabila didukung aktivitas fisik dan pola hidup sehat.
Melalui edukasi kesehatan ini, Pemkab Bojonegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini. Penerapan gaya hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menekan risiko terbentuknya batu ginjal.(sy/*)













