Melalui sosialisasi ini, para calon peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme pelaksanaan, kategori peserta, kriteria penilaian, hingga tahapan seleksi.
Keterlibatan aktif dari seluruh elemen mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum sangat diharapkan dalam ajang tahunan ini.
Selain menumbuhkan budaya kreatif, BIA juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap karya-karya inovatif yang memberikan dampak positif.
Ajang ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran bersama melalui replikasi praktik-praktik baik antar-instansi maupun antar-desa guna meningkatkan daya saing Kabupaten Bojonegoro di tingkat provinsi dan nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo, menjelaskan bahwa pendaftaran Bojonegoro Innovative Award 2026 resmi dibuka mulai tanggal 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BIA membuka empat kategori kepesertaan. Pihak BRIDA menaruh harapan besar agar partisipasi dari kategori masyarakat umum dapat meningkat signifikan, sehingga gagasan inovatif tidak hanya lahir dari lingkungan birokrasi melainkan juga tumbuh dari kreativitas masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.(sy/*)













