Nasional

Terapkan Ekonomi Sirkuler, Pengelolaan Limbah FABA PLN Diapresiasi KLHK

maksum.afnani1973
×

Terapkan Ekonomi Sirkuler, Pengelolaan Limbah FABA PLN Diapresiasi KLHK

Sebarkan artikel ini
Img 20240627 Wa0104

Jakarta || Transisinews – 27 Juni 2024 – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi berbagai upaya PT PLN (Persero) dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (25/06).

Vivien mengapresiasi keberhasilan PLN dalam memanfaatkan limbah _Fly Ash and Bottom Ash_ (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). FABA kini telah banyak dimanfaatkan PLN menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti batako, _paving block,_ pemecah ombak, hingga pupuk.

”Saya memberikan apresiasi bahwa PLN sudah menggunakan dan memanfaatkan FABA-nya buat rumah dan sebagainya. Ketika bicara dengan perusahaan-perusahaan lain yang menghasilkan FABA, kami bisa mengatakan untuk lihat PLN sebagai contoh,” tuturnya.

Vivien menekankan bahwa pihaknya akan terus mendorong kalangan pelaku usaha untuk melakukan industrialisasi pengelolaan limbah dan sampah dengan penerapan ekonomi sirkular seperti yang dijalankan PLN. Sehingga, di samping tetap aktif menjaga kelestarian lingkungan, masyarakat juga memperoleh manfaat lebih dari pengelolaan limbah.

“Kami melihat PLN sebagai perusahaan energi terkemuka di Indonesia memang memiliki peran penting. Saya terima kasih sekali, karena banyak sekali inovasi yang sudah dilakukan oleh PLN selama ini,” ujar Vivien.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Sigit Reliantoro menambahkan, Pemerintah senantiasa mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam upaya menyelamatkan lingkungan. Pihaknya berharap, berbagai inovasi yang dilakukan PLN akan turut menguatkan motivasi masyarakat untuk ikut serta agenda penyelamatan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *