Di antaranya pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah, serta perubahan warna merah kehitaman pada lidah, epiglotis, saluran napas atas, dan dinding lambung.
Tim medis juga telah mengambil sampel dari ginjal kanan dan kiri, lambung, serta kuku korban untuk pemeriksaan toksikologi di Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya.
Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab kematian.
Autopsi juga membantah dua spekulasi publik yang sempat berkembang, yaitu bahwa korban sedang hamil dan mengalami kekerasan seksual.
Pemeriksaan dalam menunjukkan korban tidak hamil, dan hasil swab vagina tidak menemukan adanya sperma.
Diperkirakan korban telah meninggal dunia selama dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.
Seluruh sampel yang diambil kini sedang dalam proses pengiriman ke Labfor Polda Jawa Timur, dengan hasil lengkap diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu.
Pihak kepolisian terus mengembangkan penyelidikan dengan harapan dapat mengungkap fakta lengkap di balik kematian Ibu Ruly Yunis Setiawati.
Keluarga dan masyarakat menunggu keadilan atas kasus yang penuh misteri ini.(tss)













