Ads
TNI

Revolusi Hijau dari Ngawi, Danrem 081/DSJ Puji Inovasi Kebun Melon Green House Garapan Petani Milenial

syailendraachmad51
×

Revolusi Hijau dari Ngawi, Danrem 081/DSJ Puji Inovasi Kebun Melon Green House Garapan Petani Milenial

Sebarkan artikel ini
IMG 20260619 WA0160 copy 1200x799

NGAWI||TRANSISINEWS – Danrem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ), Kolonel Arm Untoro Hariyanto, melayangkan apresiasi tinggi atas kegigihan jajaran petani milenial yang konsisten menelurkan inovasi di sektor pertanian modern.

Langkah kreatif generasi muda ini dinilai menjadi angin segar bagi masa depan kedaulatan pangan di wilayah teritorialnya.

​Ungkapan kebanggaan tersebut dilontarkan Danrem saat melakukan inspeksi mendadak sekaligus peninjauan langsung ke area budidaya buah melon berbasis teknologi green house (rumah kaca) yang dikelola secara mandiri oleh Danang, seorang petani milenial asal Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jumat (19/6/2026).

​Menurut Kolonel Arm Untoro, terobosan agrobisnis yang dirintis oleh Danang patut dijadikan role model atau contoh teladan positif bagi generasi muda lainnya agar tidak canggung melirik sektor pertanian sebagai sandaran ekonomi yang menjanjikan.

​“Sektor pertanian hari ini tidak boleh lagi dikelola secara konvensional, melainkan harus mampu beradaptasi dan mengadopsi kemajuan teknologi. Apa yang diinisiasi oleh petani muda seperti Mas Danang ini sangat luar biasa dan patut kita acungi jempol. Beliau mampu membuktikan bahwa sistem pertanian modern jauh lebih efektif, terukur, dan memiliki nilai ekonomis yang sangat menjanjikan,” puji Danrem di sela-sela peninjauan.

​Pucuk pimpinan Korem 081/DSJ ini berharap, skema budidaya melon dengan sistem green house tersebut tidak hanya berhenti di Desa Bintoyo, melainkan dapat ditularkan, diperkenalkan, dan direplikasi secara masif di tengah masyarakat luas.

​Sebab, keunggulan utama dari metode budidaya hidroponik atau semi-modern di dalam rumah kaca ini adalah efisiensi ruang, di mana proses produksi tidak melulu ketergantungan pada hamparan lahan yang luas serta ramah terhadap pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

​“Sistem green house ini sangat adaptif. Bisa diaplikasikan di lahan terbatas di sekitar pekarangan rumah, sehingga sangat potensial menjadi alternatif usaha produktif baru untuk mempertebal kantong pendapatan keluarga,” imbuhnya.

​Lebih dalam, Kolonel Arm Untoro menegaskan bahwa keberlanjutan sektor agraria nasional berada di pundak generasi muda.

Keterlibatan aktif para pemuda tangguh yang melek teknologi sangat krusial guna mengamankan rantai pasok ketahanan pangan nasional di masa depan dari ancaman krisis regenerasi petani.

​“Kita sangat membutuhkan lebih banyak petarung pertanian muda yang kreatif, inovatif, dan berani mengawinkan sektor pertanian dengan instrumen teknologi modern. Lewat pembuktian seperti ini, kita bisa mendobrak stigma lama. Pertanian tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai pekerjaan kasar yang biasa-biasa saja, melainkan sektor bisnis premium yang memiliki prospek perputaran modal berskala besar,” cetus Danrem tegas.

​Uji Rasa Kualitas Ekspor: Dalam kunjungan hangat tersebut, Danrem Untoro juga berkesempatan memetik dan mencicipi langsung buah melon segar hasil panen dari green house milik Danang.

Perwira dengan tiga melati di pundak itu mengaku sangat terkesan dengan standardisasi kualitas, tekstur, serta tingkat kemanisan buah yang dihasilkan, yang dinilainya mampu bersaing di pasar modern. (*/red)