Ads
Pemerintahan

Regenerasi Perajin, Dekranasda Bojonegoro Gembleng Anak Tidak Sekolah Jadi Wirausaha Batik Tulis

syailendraachmad51
×

Regenerasi Perajin, Dekranasda Bojonegoro Gembleng Anak Tidak Sekolah Jadi Wirausaha Batik Tulis

Sebarkan artikel ini
IMG 20260618 WA0065

BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Anggapan bahwa keterampilan membatik hanya didominasi daerah seperti Solo atau Yogyakarta perlahan mulai terpatahkan.

Kabupaten Bojonegoro kini menunjukkan keseriusan tinggi dalam mencetak generasi muda yang mampu melestarikan sekaligus mentransformasikan batik lokal menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

​Komitmen kuat tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Keterampilan Membatik Tulis Tahun 2026.

Program ini diinisiasi oleh Pemkab Bojonegoro melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinaker), bertempat di Balai Desa Kendungsari, Kecamatan Temayang, Senin (15/6/2026).

​Ketua Harian Dekranasda Bojonegoro, Mahmudi, menjelaskan bahwa program ini mendapat dukungan pendanaan penuh dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sasaran utamanya adalah 14 peserta yang merupakan Anak Tidak Sekolah (ATS) berusia 15 hingga 25 tahun di wilayah Temayang.

​Langkah ini menjadi strategi krusial untuk menyelamatkan keberlangsungan batik tulis khas Bojonegoro.

Pasalnya, peta demografi perajin batik di sentra Temayang saat ini masih didominasi oleh kelompok usia senior di atas 35 tahun.

​“Regenerasi harus segera dilakukan agar batik tulis khas daerah tidak punah. Melalui pelatihan ini, generasi muda tidak hanya diajarkan teknik membatik, tetapi dibentuk mentalnya untuk siap menjadi pelaku usaha yang mandiri,” jelas Mahmudi.

​Pelatihan intensif ini akan berlangsung selama 32 hari, terhitung mulai 15 Juni hingga 29 Juli 2026.

Selain mengupas tuntas teknik membatik tulis, para peserta dibekali suplemen wawasan kewirausahaan untuk modal merintis rintisan usaha (startup) mandiri.

​Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, dalam arahannya menegaskan bahwa kesuksesan seorang wirausaha tidak semata-mata ditentukan oleh bakat alami, melainkan oleh ketangguhan karakter yang dibangun melalui proses belajar yang disiplin.

​Ia membakar semangat para peserta untuk memupuk mental pantang menyerah, tekun, serta berani mengeksekusi peluang pasar.

Untuk melecut motivasi, Cantika Wahono membeberkan kisah sukses Seto, seorang pemuda inspiratif asal Bojonegoro yang sukses mengibarkan bendera batik daerah hingga menembus panggung nasional.

​”Kisah Mas Seto harus menjadi pelecut semangat kalian. Anak muda Bojonegoro terbukti mampu berkarya secara hebat dan membangun jaringan bisnis makro jika memiliki tekad yang kuat,” tutur Cantika Wahono.

​Pemberdayaan yang dirancang Pemkab Bojonegoro tidak berhenti pada aspek produksi belaka.

Secara jangka panjang, para perajin muda ini akan diinjeksi dengan berbagai keterampilan interpersonal (soft skills) penunjang, mulai dari kemampuan public speaking, peningkatan performa diri (personal branding), hingga kursus Bahasa Inggris guna mempermudah komunikasi bisnis dan memperluas penetrasi pasar global.

​Sebagai panggung unjuk karya terdekat, Cantika Wahono mengajak seluruh masyarakat untuk menghadiri dan mengapresiasi pameran Batik Wastra Bojonegoro yang dihelat pada 17 hingga 21 Juni 2026 di Alun-Alun Bojonegoro.

​Melalui inkubasi berbasis kompetensi dan pendampingan SDM yang terstruktur ini, Bojonegoro optimis mampu melahirkan mentor dan perajin muda yang kreatif, inovatif, serta siap membawa produk kearifan lokal menembus pasar internasional. (red/Pim*)