Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik lebih lanjut.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab kematian serta menyingkap apakah ada unsur kekerasan atau faktor lain yang berkontribusi pada kematian korban.
Sementara itu, Tim Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Juanda bersama jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif.
Petugas memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mungkin mengetahui aktivitas mobil tersebut selama berada di area parkir bandara.
Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) juga tengah ditelaah untuk mendapatkan gambaran kronologis kejadian.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena mobil berpelat merah yang biasanya digunakan oleh pejabat atau instansi pemerintah tersebut terparkir dalam waktu yang cukup lama tanpa ada catatan keluar dari area parkir bandara.
Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat, namun aparat kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban.
Hasil pemeriksaan forensik dan pengumpulan bukti lainnya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dan prosedur keamanan di area publik seperti bandara, serta perlunya penanganan cepat dan transparan ketika terjadi insiden yang melibatkan keselamatan jiwa. (tss)













