Apalagi, ancaman modern saat ini bersifat multidimensi—merambah sektor ekonomi, teknologi, siber, informasi, hingga psikologi masyarakat.
Secara khusus, jenderal bintang dua itu menyoroti liarnya peran media sosial dalam menggiring opini publik.
Ia menginstruksikan dengan tegas agar seluruh prajurit dan PNS Kodam V/Brawijaya tidak terjebak dalam polemik, apalagi terpancing oleh provokasi yang bertebaran di ruang digital.
”Kita tidak perlu larut dalam polemik ataupun terpancing oleh berbagai provokasi yang berkembang di ruang digital. Jawaban terbaik terhadap berbagai tudingan tersebut adalah melalui kerja nyata, pengabdian yang tulus, serta keberhasilan pelaksanaan tugas yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Pangdam V/Brawijaya dalam amanat yang dibacakan Kasdam Brigjen TNI Zainul Bahar.
Selain penguatan mental digital, Pangdam V/Brawijaya memberikan garis bawah tebal pada evaluasi program kerja teritorial.
Seluruh satuan jajaran diwajibkan mengoptimalkan penyerapan anggaran secara efektif, efisien, transparan, serta akuntabel guna menghindari temuan.
Kesiapsiagaan mengantisipasi cuaca ekstrem, penguatan sinergisitas TNI-Polri, serta peningkatan kualitas latihan taktis juga menjadi poin atensi utama.
Di sektor teritorial makro, Kodam V/Brawijaya menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal dan mendukung penuh keberhasilan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Program Ketahanan Pangan Nasional di wilayah Jawa Timur.
Melalui momentum upacara bendera 17-an ini, korps berslogan Bhaskara Jaya ini diharapkan terus memacu profesionalisme, merawat soliditas internal, serta konsisten memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya stabilitas keamanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (*/red/DamV)













