TUBAN||TRANSISINEWS – Komitmen mendalam dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan mendongkrak mutu pelayanan publik terus digelorakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban.
Langkah akseleratif tersebut dimatangkan lewat agenda Pembinaan Peningkatan Kualitas Tata Kelola dan Penguatan Program Kementerian Agama yang dihelat di Aula Gedung Kementerian Haji dan Umrah, Jumat (19/6/2026).
Acara strategis yang mengusung tema “Transformasi Kompetensi ASN Kementerian Agama Siap Beradaptasi Terdepan dalam Berinovasi” ini menghadirkan narasumber sentral, yakni Staf Ahli Menteri Agama RI Bidang Hukum dan HAM, Faisal Ali Hasyim.
Forum ini diikuti secara masif oleh jajaran pejabat eselon IV, perencana, pranata humas, analis SDM, pranata komputer, pejabat pengadaan barang/jasa, arsiparis, kepala KUA, penyuluh agama, pengawas madrasah, pengawas PAIS, kepala satuan kerja MIN, MTsN, MAN, KTU satker se-Kabupaten Tuban, hingga perwakilan 10 madrasah ibtidaiyah pilot project penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
Prosesi pembinaan diawali dengan pemutaran video profil inovasi Kemenag Tuban yang memamerkan sederet terobosan pelayanan publik.
Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, dalam sambutannya memaparkan gambaran umum inovasi unggulan daerah, di antaranya aplikasi Si Legen, Si Sukma, Podcast Kemenag, Jamlima, Madrasah Ramah Anak, Kampung Moderasi Beragama, hingga rencana pendirian Cafe Religi sebagai ruang konsultasi keagamaan gratis bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Staf Ahli Menag RI, Faisal Ali Hasyim, melayangkan apresiasi tinggi atas iklim kreatif yang subur di lingkungan Kemenag Tuban.
Mantan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag RI ini secara khusus menyoroti sentuhan kepemimpinan perempuan (female leadership) yang terbukti mampu menstimulasi perubahan dan mengikis kekakuan budaya kerja.
“Perubahan fundamental itu selalu diawali dari komitmen pimpinan, yang kemudian diinternalisasi oleh seluruh staf. Inovasi yang sudah baik ini harus terus diolah, dievaluasi, dan diselaraskan dengan tren zaman, termasuk memanfaatkan media sosial secara bijak agar lebih dekat dengan denyut nadi masyarakat,” urai Faisal.













