Ads
Pemerintahan

Gerakkan Ekonomi Kreatif Berbasis Wisata Wilayah, Pemkab Bojonegoro Luncurkan Pesona Kali Pacal CFD Sukosewu

syailendraachmad51
×

Gerakkan Ekonomi Kreatif Berbasis Wisata Wilayah, Pemkab Bojonegoro Luncurkan Pesona Kali Pacal CFD Sukosewu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260621 185501 copy 915x561

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Kawasan wisata Kali Pacal di Desa Semen Kidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro resmi memiliki magnet baru.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meluncurkan program Pesona Kali Pacal Car Free Day (CFD) sebagai strategi taktis menggerakkan roda ekonomi kerakyatan sekaligus mengoptimalkan potensi wisata berbasis kewilayahan, Minggu (21/06/2026).

​Peluncuran perdana kawasan Car Free Day pinggir sungai ini disambut antusias oleh ribuan warga.

Hadir dalam momentum tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, jajaran Forkopimcam Sukosewu, jajaran pemerintah desa, serta ratusan pelaku UMKM lokal.

​Camat Sukosewu, Alit Saksama Purnayoga, memaparkan bahwa lahirnya gagasan Pesona Kali Pacal CFD merupakan produk kolaborasi murni dan serapan aspirasi para pemuda, Karang Taruna, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pemerintah desa se-Kecamatan Sukosewu yang direspons cepat dan didukung penuh oleh Pemkab Bojonegoro.

​“Sesuai rencana, kegiatan ini akan kita gelar secara rutin setiap hari Minggu pagi. Targetnya menjadi ruang publik baru bagi masyarakat untuk berolahraga, rekreasi keluarga, sekaligus mendongkrak omset para pelaku ekonomi lokal,” urai Alit.

​Sejak peluncuran perdana, perputaran ekonomi di area wisata andalan Sukosewu ini langsung bergeliat.

Sedikitnya lebih dari 100 pelaku UMKM langsung membuka lapak dagangan dengan menyajikan aneka produk kuliner dan kerajinan unggulan.

Langkah ini turut ditopang oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro yang memfasilitasi puluhan tenda usaha portabel.

​Kemeriahan bahkan sudah pecah sejak malam sebelum peluncuran lewat suguhan berbagai hiburan rakyat dan pementasan seni budaya lokal di sepanjang bantaran Kali Pacal.

​Ketua TP PKK Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan momentum CFD harus ditangkap sebagai peluang emas bagi perajin dan pedagang lokal untuk memperluas penetrasi pasar.

Ia memastikan pemkab akan mengawal ekosistem bisnis ini lewat pendampingan komprehensif hulu-hilir.

​“Kami dari Dekranasda dan TP PKK siap memberikan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di kawasan Kali Pacal ini. Mulai dari pengurusan legalitas usaha, standarisasi kualitas produk, perbaikan desain kemasan (packaging), hingga strategi pemasaran digital yang lebih efektif,” tegas Cantika.

​Di sisi lain, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas jajaran Kecamatan Sukosewu yang dinilai sukses mentransformasi kawasan wisata alam menjadi ruang publik yang sangat produktif.

​Nurul Azizah menjabarkan bahwa rancang bangun Pesona Kali Pacal CFD ini linier dengan lima pilar prioritas pembangunan Kabupaten Bojonegoro, yakni akselerasi pengentasan kemiskinan, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menekan angka pengangguran terbuka, serta penguatan konektivitas wilayah.

​“Aktivitas komunal seperti ini bernilai sangat positif karena memiliki daya ungkit riil bagi pendapatan masyarakat desa. Di tengah tantangan penyesuaian kapasitas fiskal daerah saat ini, Pemkab Bojonegoro berkomitmen tetap fokus memperkuat fondasi dasar kesejahteraan melalui sektor pertanian, pelayanan kesehatan gratis, serta penguatan kemandirian ekonomi UMKM lokal,” pungkas Wabup.

​Melalui peresmian Pesona Kali Pacal CFD, kawasan Sukosewu kini diproyeksikan tumbuh sebagai sentra pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Bojonegoro yang menyatukan konsep olahraga, wisata alam, panggung hiburan, dan ketahanan ekonomi kreatif warga. (red/pim*)