Ads
Pemerintahan

Buka BWBF 2026, Arumi Bachsin dan Setyo Wahono Dorong Batik Bojonegoro Mendunia

syailendraachmad51
×

Buka BWBF 2026, Arumi Bachsin dan Setyo Wahono Dorong Batik Bojonegoro Mendunia

Sebarkan artikel ini
DQ5UG112kdHm1VZo

Bupati menegaskan bahwa dalam goresan malam setiap motif batik Bojonegoro tersimpan nilai kearifan lokal, sejarah, filosofi, serta identitas kuat daerah.

​”Kita ingin kebudayaan tidak hanya menjadi sejarah yang dikagumi di masa lalu, tetapi bertransformasi menjadi pondasi ekonomi yang mampu memberikan kesejahteraan konkret dan membanggakan Kabupaten Bojonegoro,” tegas Setyo Wahono.

​Guna memastikan keberlanjutan ekosistem tersebut, festival tahun ini tidak hanya menyajikan pameran visual, melainkan juga dibalut berbagai rangkaian acara edukatif dan kompetitif.

Di antaranya pameran wastra dan kriya, peluncuran kurikulum pendidikan dan pelatihan batik tingkat SD dan SMP, talkshow strategi pemasaran digital UMKM, workshop praktis, lomba fashion show batik kreatif, hingga pertunjukan seni budaya berkala.

​”Rangkaian agenda ini untuk memastikan ekosistem batik di Jawa Timur, khususnya Bojonegoro, terus bergerak dinamis dan adaptif sesuai perkembangan zaman. Ini menjadi wadah kolaborasi, memperluas jejaring pelaku ekraf, sekaligus memajukan pariwisata berbasis budaya,” urai Bupati.

​Momentum BWBF ke-3 ini juga menjadi lompatan digital bagi pelaku usaha lokal lewat peluncuran marketplace ekonomi kreatif resmi milik Bojonegoro yang diberi nama ‘Dodolan Ekraf’.

Platform digital ini didesain khusus untuk menghubungkan para pengrajin dan pelaku ekraf langsung dengan pasar global yang lebih luas, efektif, dan kompetitif.

​Di samping itu, Bupati Wahono juga membeberkan agenda strategis internasional yang tengah dihadapi daerahnya.

Dalam waktu dekat, Kabupaten Bojonegoro akan menjalani proses asesmen dan penilaian lapangan terkait kelayakan UNESCO Global Geoparks (UGG_p_) yang berlangsung mulai Kamis hingga Jumat (18–19 Juni 2026).

​Sinergi antara festival budaya bertaraf nasional dan penilaian warisan geologi dunia ini diharapkan mampu melesatkan nama Bojonegoro di panggung dunia, sekaligus membuktikan bahwa ekonomi kreatif dan kearifan lokal Bumi Angling Dharma telah siap melompat tinggi (ngamboro ing bawono). (red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *