Papua Barat- Transisinews.com. Malam ini Penatua Advokat Yan Christian Warinussy ditemui sejumlah atlet dan ofisial cabang olahraga berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Propinsi Papua.
Para atlet dan ofisial ini berasal dari 15 cabang olahraga yang meraih hasil maksimal untuk nama besar Provinsi Papua Barat pada event olahraga Nasional Lima tahunan tersebut. Mereka para atlet berasal dari cabang olahraga (cabor) Kempo, Tinju, Judo, Sepatu Roda, Layar, Balap Motor, Tenis Lapangan, Menembak, Catur, Terjun Payung, Selam, Soft ball, Dayung, Muaythai, Billyard.
Kendatipun para atlet dari ke-15 cabor tersebut sudah meraih prestasi maksimal dengan mendapatkan medali emas, perak dan perunggu. Namun janji Gubernur Papua Barat Drs.Dominggus Mandacan, M.Si saat itu hingga kini belum terselesaikan.”Ucap Warinussy
Warinussy menambahkan, Bahwa ini akan mengakibatkan para atlet tersebut menderita secara fisik maupun psikis bahkan secara ekonomi mereka sangat dirugikan. Menurut keterangan para atlet dan ofisial bahwa hingga kini bagian yang menjadi hak mereka berkisar 58%
“atau setara Rp.21.606.450.000- (Dua puluh Satu Milyar Enak Ratus Enam Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu rupiah). Inilah sisa tunggakan yang harus dibayar oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat kepada para atlet dan ofisial tersebut.
Sementara pembayaran tahap 1 sejumlah Rp.15.646.050.000,- (Lima Belas Milyar Enam Ratus Empat Puluh Enam juta lima puluh ribu rupiah) atau sebesar 42 %. Sayang sekali karena para atlet ini sesungguhnya sudah melakukan dan menjalankan kewajibannya dalam membela dan membawa nama baik Provinsi Papua Barat di event olahraga Nasional selesai PON.” Jelas Warinussy kepada Media Kamis tanggal 2/18-2025
Namun apa yang menjadi hak mereka, Yang tentunya adalah hak asasi manusia dan hak keperdataan mereka justru diabaikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat.
Bahkan disinyalir ada beberapa oknum pejabat pada instansi teknis yang mengurus olahraga terlibat dalam “menggelapkan” hak-hak para atlet dan ofisial tersebut. Saya sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) akan terus memberi pengawalan dan pendampingan hukum bagi para atlet dan ofisial tersebut.”Tegas Warinussy












