Ads
Hak JawabInvestigasiNasionalPeristiwa

Pabrik Tembakau VS Sekolah: Bau Menyengat Proses Pengolahan Ganggu Aktivitas Belajar

syailendraachmad51
×

Pabrik Tembakau VS Sekolah: Bau Menyengat Proses Pengolahan Ganggu Aktivitas Belajar

Sebarkan artikel ini
Img 20250602 123147 copy 1305x588

BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Dampak bau yang menyengat dari aktivitas pengolahan tembakau milik PT. Sata Tech Indonesia kembali menuai keluhan dari wali murid dan guru TK Dharma Wanita Sukowati. Kali ini, kegiatan belajar mengajar di TK dan PAUD Dharma Wanita Sukowati terpaksa dipindahkan ke Balai Desa.

Dengan kondisi udara yang tidak memungkinkan bagi anak-anak untuk belajar di lingkungan sekolah yang hanya berjarak kurang lebih 7 meter dari dinding pabrik tembakau tersebut, bahkan terdapat satu cerobong yang notabenya sebagai udara pembuangan uap proses pengolahan tembakau.

Img 20250602 123232 copy 1305x588
Foto cerobong asap yang berjarak cukup dekat dengan gedung sekolahan.

Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Sukowati, Dika Martania, mengungkapkan bahwa pemindahan ini dilakukan demi menjaga kesehatan dan kenyamanan anak-anak, serta baru hari ini kita lakukan kegiatan belajar mengajar di Balai desa. Senin (02/06/2025).

Sebelum proses belajar mengajar di pindahkan, sekolah telah mencoba berbagai upaya, termasuk menerima bantuan dua unit AC dan dua kipas angin dari PT. Sata Tec, namun solusi tersebut justru memperburuk situasi.

“AC tersebut diberikan pihak perusahaan sebagai kompensasi , tetapi kami keberatan dengan kata kompensasi, sebab sekolah tidak pernah meminta dan kami sudah menyampaikan keberatan melalui media juga secara langsung kepada pihak perusahaan, namun tidak ada tanggapan. Padahal, kami hanya ingin lingkungan belajar yang sehat dan nyaman,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pemasangan AC di dalam ruang kelas malah menjadikan bau yang mengendap, karena aktivitas belajar tidak selalu di dalam kelas saja. Ditambah lagi biaya beban listrik semakin meningkat.

“Bau menyengat mengendap di dalam kelas sehingga membuat tidak nyaman dan Sekolah yang di kelola yayasan memiliki keterbatasan anggaran membuat kami tidak sanggup menanggung beban listrik tambahan,” ucap Bu Dika.

Pihak sekolah telah lama menyuarakan keluhan tersebut, namun permintaan untuk berdialog langsung dengan pihak management perusahaan tidak pernah ditanggapi.

“Yang kami sayangkan, perusahaan tidak pernah datang langsung ke sekolah. Kami sudah meminta agar mereka sosialisasi atau sekadar bersilaturahmi, tapi tidak pernah datang”, ujarnya.

Martiana juga hanya meminta perusahaan untuk mengubah jam produksi setelah kegiatan belajar mengajar di Paud dan Tk Dharma Wanita selesai namun diabaikan oleh PT. Sata tec.

“Mereka menolak, bahkan mengatakan hanya proses pemanasan mesin produksi saja, dan tidak mungkin menghilangkan bau,” paparnya.

Img 20250602 120343 copy 1020x460
Foto 2buah Ac dan kipas yang dikembalikan pihak sekolah ke perusahaan.

Dika Martania dengan langkah tegas mengungkapkan kami pihak sekolah tanpa adanya paksaan dari pihak manapun mengembalikan bantuan 2 buah AC dan kipas angin ke PT. Sata tec.

“Kami yang memutuskan untuk mengembalikannya karena dari awal memang keberatan. Barang tersebut diberikan tanpa kesepakatan resmi, dan hanya disebut sebagai kompensasi. Bahkan, hal ini pernah dicatat dalam pertemuan resmi dengan pihak dinas terkait,” jelasnya.

Situasi yang tidak kunjung membaik memaksa sekolah mengambil langkah konkret dengan memindahkan seluruh kegiatan belajar ke Balai Desa. Keputusan ini juga mendapat dukungan penuh dari wali murid, yang sebagian mulai mengancam akan memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain.

“Kami sudah mencoba berbagai cara, seperti memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30, tapi bau tetap muncul sejak pukul 08.00. Para orang tua pun mulai resah, bahkan ada yang sudah mencari sekolah alternatif,” tutup Bu Guru dengan nada sedih.

Kepala Desa Sukowati, Amik Rohadi, mempersilakan Balai Desa digunakan sementara untuk kegiatan belajar mengajar.

“Karena pendidikan sejak usia dini sangat diperlukan demi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Kades juga menekankan bahwa perusahaan perlu membangun komunikasi yang baik dengan warga secara transparan.

“Jangan hanya menyediakan call center yang tidak pernah merespon keluhan warga, namun humas harus berinteraksi atau datang langsung untuk berkoordinasi dengan pihak pemdes, selama ini belum ada komunikasi apapun ke pihak pemdes, sama sekali tidak komunikasi mas??, “ucap Kades Sukowati kepada awak media melalui sambungan telepon seluler.

Sementara itu, Humas PT. Sata Tec Indonesia, Arif Abdullah mengakui keberadaan bau, namun menegaskan bahwa semua proses produksi telah sesuai aturan.

“Perusahaan terbuka terhadap masukan dan siap mencari solusi bersama,” tuturnya.

Img 20250602 175005 copy 800x600
Foto management saat memberikan pernyataan kepada awak media.

Terkait pemindahan murid ke Balai Desa, Ia menyatakan bahwa itu menjadi ranah kewenangan sekolah dan orang tua serta menekankan pentingnya melihat persoalan ini secara lebih menyeluruh.

“Soal pindah atau tidak, itu hak mereka. Tapi mari kita lihat secara objektif. Perusahaan ini juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Kalau ada kekurangan, kami terbuka terhadap masukan dan siap mencari solusi bersama, termasuk dari DPRD,” paparnya kepada awak media saat berada di lokasi perusahaan.

Masyarakat berharap ada solusi yang terbaik agar tidak merugikan salah satu pihak. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan cepat merespon dan menangani permasalahan ini agar tidak menimbulkan kegaduhan yang terus berlanjut. (Sy)

IMG 20260905 WA0008
Direktur Pelayanan Teknologi Infomasi PLN Icon Plus Sapa Pelanggan Setia ICONNET di Hari Pelanggan Nasional 2026 SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Icon Plus terus memperkuat kedekatan dengan pelanggan melalui kegiatan apresiasi bagi pengguna setia layanan ICONNET. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung kepada pelanggan di Surabaya sekaligus pemberian layanan internet gratis dan bingkisan sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan pelanggan. Kunjungan ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan Teknologi Informasi PLN, Fintje Lumembang, bersama Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Timur, Rizky Ardiana Bayuwerty. Salah satu pelanggan yang dikunjungi adalah Ari Sam Primadiarta, pelanggan ICONNET yang turut mendukung operasional PT Inti Kaliasin. Berlokasi di Jalan Ketintang Baru XVI/23, Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, pelanggan tersebut telah menggunakan layanan ICONNET sejak Januari 2024 dengan kapasitas layanan internet hingga 50 Mbps. Hampir tiga tahun kepercayaan pelanggan terhadap layanan ICONNET menjadi bagian penting dalam perjalanan PLN Icon Plus untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan konektivitas digital yang andal bagi berbagai kebutuhan, termasuk mendukung aktivitas operasional dunia usaha. Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana menyampaikan bahwa pelanggan merupakan bagian penting dalam transformasi PLN Icon Plus sebagai penyedia solusi digital dan hijau. Oleh karena itu, perusahaan terus berupaya menghadirkan inovasi serta layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha yang terus berkembang. “Kepercayaan pelanggan menjadi fondasi penting bagi PLN Icon Plus untuk terus bertransformasi dan menghadirkan inovasi. Melalui pengembangan ekosistem digital yang semakin andal dan inklusif, kami berkomitmen memberikan solusi yang tidak hanya mendukung kebutuhan konektivitas saat ini, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan masyarakat, dunia usaha, serta transformasi digital Indonesia.” Kegiatan kunjungan pelanggan dalam rangka Hari Pelanggan Nasional ini juga menjadi momentum bagi PLN Icon Plus untuk mendengarkan secara langsung pengalaman dan kebutuhan pelanggan. Interaksi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Direktur Pelayanan Teknologi Informasi PLN, Fintje Lumembang menyampaikan terima kasih kepada pelanggan telah memilih ICONNET sebegai solusi konektivitas. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang telah memberikan kepercayaan kepada ICONNET, menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. ujar Fintje Lumembang. Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Timur, Rizky Ardiana Bayuwerty, mengatakan bahwa kedekatan dengan pelanggan merupakan bagian penting dalam memastikan layanan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata. “Apresiasi ini merupakan bentuk terima kasih kami atas kepercayaan pelanggan yang telah memilih ICONNET. Kami ingin terus hadir lebih dekat, memahami kebutuhan pelanggan, serta memastikan layanan yang kami berikan mampu mendukung aktivitas masyarakat maupun dunia usaha. Semangat Melayani Sepenuh Hati menjadi komitmen kami dalam menjaga kualitas pelayanan dan membangun hubungan yang berkelanjutan dengan seluruh stakeholder di Jawa Timur.” Pemberian layanan internet gratis dan bingkisan kepada pelanggan menjadi simbol apresiasi atas loyalitas yang telah diberikan. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, kunjungan tersebut mencerminkan komitmen PLN Icon Plus untuk menempatkan pelanggan sebagai bagian penting dalam pengembangan layanan dan transformasi perusahaan. Sebagai Digital and Green Solution Provider, PLN Icon Plus terus mengembangkan solusi digital yang mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat dan berbagai sektor. Kehadiran layanan ICONNET diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital sekaligus mendukung produktivitas dan aktivitas pelanggan di berbagai daerah. Melalui momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Icon Plus menegaskan bahwa kepercayaan pelanggan merupakan energi penting dalam mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan, membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Nasional

SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional…