Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro atas bantuan 1.000 bibit ikan nila tersebut. Ia pun berharap, keberadaan ikan di embung desa dapat menjadi sumber pangan bagi masyarakat.
“Kami juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya agar nantinya dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Desa Kesongo,” ujar Kusnadi.
Sementara itu, koordinator mahasiswa KKNTK Unigoro, Wahyu Putro Utomo, mengatakan bahwa keberhasilan konservasi lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan penebaran bibit ikan ini, kami berharap Embung Desa Kesongo tidak hanya menjadi sumber daya perairan yang produktif, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-TK, Satgas TMMD, Polri, Pemerintah Desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Adi Yuniarto, mengatakan, kegiatan tabur benih ikan dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus meningkatkan potensi sumber daya perikanan desa.
“Melalui sinergi antara TNI-Polri, Pemkab Bojonegoro, Pemerintah Desa dan Mahasiswa KKNTK Unigoro, pelaksanaan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi perikanan di desa,” pungkasnya.
Sebanyak 1.000 ekor bibit ikan nila yang berasal dari Mahasiswa KKN-TK 01 Universitas Bojonegoro serta 10.000 ekor bibit ikan tawes ditebar di embung desa sebagai langkah awal meningkatkan populasi ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.(sy/red)













