Ia mencontohkan sosok KH. Abdul Wahid Hasyim (tokoh NU dan ayahanda Gus Dur) sebagai bagian dari sejarah besar Masyumi yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan tradisi pesantren.
”Masyumi adalah rumah besar umat Islam. Partai ini pernah memainkan peran strategis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sebelum akhirnya dibubarkan oleh pemerintah Orde Lama pada tahun 1960,” jelasnya.
Kebangkitan Masyumi di Madura diharapkan menjadi wadah perjuangan politik bagi masyarakat setempat yang dikenal religius.
Dr. Yani mengajak seluruh warga Madura untuk kembali bersatu di bawah naungan Masyumi guna merawat ukhuwah islamiyah.
”Mari kita rawat warisan para masyayikh dan leluhur kita. Perkuat ukhuwah demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Pelantikan ini dihadiri oleh jajaran elit partai, mulai dari pengurus DPP, DPW Jawa Timur, hingga perwakilan Korwil Madura.
Turut hadir pula jajaran Forkopimcam Jrenggik, serta sejumlah tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan dukungan luas terhadap kembalinya Partai Masyumi di tanah Madura.(tss)













