“PPDI bukan sekadar organisasi profesi, tapi rumah besar bagi seluruh perangkat desa untuk memperjuangkan kapasitas, kesejahteraan, dan martabat aparatur pemerintah desa. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat kapasitas perangkat desa melalui peningkatan kompetensi digital, fasilitasi kesejahteraan, dan dorongan inovasi berbasis teknologi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus PPDI yang baru dilantik untuk menjaga integritas, menumbuhkan inovasi pelayanan digital, serta memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan desa yang berdaya dan masyarakat yang sejahtera.
“Jika desa kuat, maka kabupaten akan kuat. Jika kabupaten kuat, maka provinsi akan kokoh. Dan jika Jawa Timur berdaya, maka Indonesia juga akan maju,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh organisasi perangkat desa untuk bersama-sama membangun desa.
“Apapun organisasinya, semuanya harus bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja sama membangun desa masing-masing. PPDI punya peran penting membantu kepala desa dalam upaya menyejahterakan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme perangkat desa sebagai pelayan publik dan penjaga validitas data masyarakat.
“Perangkat desa adalah garda terdepan pemerintahan di tingkat desa. Data yang akurat dan valid menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Jangan sampai salah sasaran karena kesalahan data,” tegasnya.
Dengan pelantikan dan pengukuhan ini, diharapkan PPDI Bojonegoro periode 2025–2030 dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing, menuju “Desa Kuat, Bojonegoro Hebat, Jawa Timur Maju.” (sy/pim)













