Simbol tersebut adalah api, tanaman padi, gelombang air dan motif Sata Gondo Wangi.
Sedangkan visual api memberikan pesan semangat dan optimisme, sekaligus merepresentasikan kekayaan alam berupa minyak bumi yang melimpah di Bojonegoro.
Di logo, juga ada unsur gambar tanaman padi melambangkan kemandirian atas pangan yang menjadi salah satu komoditas penopang perekonomian masyarakat Bojonegoro.
Dan untuk gelombang air juga melambangkan watak masyarakat Bojonegoro yang damai dan tenang.
Selain itu, hal ini juga penggambaran dari Bengawan Solo, waduk, dan bendungan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.
Motif batik (Sata Gondo Wangi) mengangkat tanaman tembakau sebagai salah satu komoditas unggulan, sekaligus wujud kreativitas dan keterampilan sumber daya manusia Bojonegoro.
Bahkan, urutan warna dalam logo menggambarkan alur perjalanan Bojonegoro.
Yakni dimulai dari optimisme dan semangat (oranye, merah), diperkuat oleh kepercayaan dan keharmonisan antara masyarakat dan pemerintah (biru tua, biru muda), hingga bermuara pada pertumbuhan dan kemandirian (hijau).
Setiap warna menjadi simbol narasi visual tentang tekad bersama mewujudkan Bojonegoro yang mandiri dan berkelanjutan.
Sementara elemen grafis dalam logo disusun sesuai urutan warna yang bermakna.
Oranye-merah diletakkan di bagian bawah sebagai dasar semangat dan optimisme, sedangkan hijau ditempatkan di bagian atas sebagai simbol pertumbuhan, harapan, dan kemandirian Bojonegoro.
Susunan ini menggambarkan perjalanan dari semangat awal hingga tujuan akhir yang ingin dicapai.
Dan tak lupa warna biru sebagai jembatan antara optimisme dan semangat ke tujuan dan harapan seluruh masyarakat Bojonegoro.
Serta setiap warna memiliki pattern-nya sendiri yang memberikan pesan tentang nilai-nilai lokal kabupaten Bojonegoro. (Red)
Logo resmi HJB ke-348 dapat diakses melalui https://wisatabojonegoro.com/













