Ads
Pemerintahan

Sigap, DLH Bojonegoro Selidiki Penyebab Fenomena Warna Air Bengawan Solo

syailendraachmad51
×

Sigap, DLH Bojonegoro Selidiki Penyebab Fenomena Warna Air Bengawan Solo

Sebarkan artikel ini
Img 20250925 134414 copy 1632x1224
Img 20250925 145810
Hasil pantauan aliran air bengawan solo di hulu wilayah Kabupaten Ngawi.

Senada dengan hal itu Staff Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Tutik Prangmiatun mengatakan guna menindaklanjuti aduan dugaan pencemaran sungai bengawan solo, DLH Kabupaten Bojonegoro segera melakukan pengambilan sampel air permukaan pada titik Bendung Gerak Kalitidu (S. 07” 08’05.64″ E. 111” 49’55.57”).

“Ini kami lakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 lampiran VI tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Baku Mutu Air Sungai dan Sejenisnya,” pungkasnya.

Tutik juga memaparkan DLH Bojonegoro juga selalu memantau status mutu air sungai bengawan solo melalui system ONLIMO (Online Monitoring System) pada stasiun KLHK59 Padangan Bojonegoro dengan hasil grafik trend 7 hari pada tanggal 16 – 22 September 2025 yang menunjukan status mutu air yang masuk wilayah bojonegoro sudah tercemar ringan – tercemar sedang.

“DLH Bojonegoro juga melakukan koordinasi dan melaporkan kepada DLH Provinsi Jawa Timur tembusan BBWS Bengawan Solo, dan Balai Gakkum Kementerian LH di Surabaya sebagai upaya dalam identifikasi sumber pencemar dan penangulanganya,” ungkapnya.

DLH Bojonegoro akan terus memantau juga berkoordinasi dengan beberapa daerah yang juga terkena dampak fenomena ini, dan memastikan bahwa sumber pencemaran air bengawan solo tidak berasal dari wilayah Kabupaten Bojonegoro.

“Koordinasi telah kita lakukan dengan wilayah Hulu yaitu DLH Kabupaten Ngawi terkait kondisi air Sungai bengawan solo di wilayah Kabupaten Ngawi dan diperoleh informasi bahwa kondisi air masuk di wilayah ngawi sudah tercemar,” tutupnya.(sy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *