Dalam kunjungannya, Imam Sholikin menyampaikan bahwa Pesantren memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui pertanian.
“Kami apresiasi upaya Pondok Pesantren Pasuran dalam mengembangkan agribisnis yang bermanfaat bagi santri dan komunitas lokal,” ucapnya.
Imam juga mengatakan pengembangan perkebunan seperti pepaya di pesantren ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi santri.
“Kami akan terus mendukung inisiatif seperti ini. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat langsung bagaimana pesantren mengintegrasikan pendidikan dengan praktik pertanian yang produktif, sebagai model untuk pengembangan di daerah lain,” pungkasnya.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya DPRD Bojonegoro mendukung program pembangunan dan pendidikan di wilayah Bojonegoro, khususnya berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat melalui lembaga seperti pondok pesantren.(sy)













