Ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita diprediksi. begitu damai kota Bitung ini, kami dari Kepolisian sudah mempersiapkan dengan matang, namun perjalanannya luar biasa. Begitu damai, begitu indah Kota Bitung yang kita cintai ini”, Ujarnya.
Kapolres menambahkan, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun akan lebih indah jika dilakukan dengan cara damai dan tertib.
Ini bisa menjadi contoh bahwa menyampaikan aspirasi itu boleh, tapi juga dengan cara damai itu akan lebih baik bagi semua pihak, bagi peserta aksi maupun aparat yang mengamankan”, Katanya.
Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam pengamanan masi ada hal hal yang dirasa kurang berkenan. Ia menekankan bahwa komunikasi antara aparat dan masyarakat adalah kunci untuk menghindari gesekan.
Kalau kita berkomunikasi dengan baik, maka kita bisa mengeliminir kemungkinan – kemungkinan atau resiko – resiko terbesar”, katanya.
Selama aksi berlangsung pengamanan dilakukan begitu ketat namun humanis oleh personil Polres Bitung, Brimob, Samapta Polda, Dit Polair dan TNI, ada ratusan personil yang dikerahkan untuk memastikan situasi aman kondusif.
“Saya berharap semua peserta aksi dapat kembali kerumah dengan selamat dan bertemu keluarga tercinta dalam keadaan aman”, tutup Kapolres.













