7. *Mengembalikan Militer ke Barak*: Massa menuntut agar militer kembali ke barak dan tidak ikut campur dalam urusan sipil. Hal ini menunjukkan keinginan untuk membatasi peran militer dalam kehidupan sipil dan menjaga demokrasi.
8. *Menyita Harta Koruptor dan Konglomerat*: Massa menuntut penyitaan seluruh harta koruptor dan konglomerat untuk dikembalikan kepada negara demi kepentingan rakyat. Tuntutan ini bertujuan untuk menindak para koruptor dan memastikan keadilan ekonomi.
9. *Menghukum Pengemplang Pajak*: Massa menuntut hukuman bagi para pengemplang pajak dan pengalihan dana yang diperoleh untuk pendidikan gratis, kesehatan, serta kesejahteraan buruh dan masyarakat. Hal ini menunjukkan keinginan untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan memastikan keadilan dalam sistem perpajakan.

Aparat gabungan nampak berjaga dari balik gerbang kantor DPRD Bojonegoro. Dengan sinergitas yang begitu kuat dan kawalan ketat aksi demontrasi berjalan kondusif meskipun ada aksi vandalisme.
Hadir langsung dalam pengamanan kegiatan, Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K., mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan lebih dari 100 personel untuk memastikan keamanan selama aksi berlangsung.
“Pengamanan ini juga melibatkan personel TNI dari Kodim 0813 Bojonegoro yang bersiaga bersama kami,” tambahnya.
Dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Bojonegoro, Afrian menekankan pentingnya patroli intensif.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan damai.

“Mari kita jaga Bojonegoro tetap kondusif dan hindari provokasi yang dapat memicu kerusuhan,” ajak Kapolres Bojonegoro.
Aksi demontrasi yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut berakhir dengan tertib dan damai, dengan massa yang membubarkan diri secara tertib pula.(sy)













