Bidan pelaksana, Anita Purwanti, menyebut kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Data menunjukkan, angka stunting di Desa Sobontoro mengalami penurunan. Dari kurang lebih 70 balita yang diperiksa, pada tahun 2024 tercatat tiga anak stunting, sedangkan pada 2025 hanya tersisa dua anak. Penurunan ini menjadi capaian penting sekaligus bukti bahwa posyandu mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Kegiatan posyandu diawali dengan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan dan kepala balita. Hasil pemeriksaan kemudian dikonsultasikan dengan penyuluh kesehatan.
Bagi balita yang terindikasi stunting, keluarga diberikan arahan perbaikan pola asuh, serta rujukan ke puskesmas. Seluruh pelayanan di puskesmas, mulai dari penyuluhan gizi hingga pemberian vitamin tambahan, diberikan secara gratis.
Selain layanan kesehatan rutin, posyandu juga menghadirkan sosialisasi “Ibu Balita”, yang memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan bayi, pemberian makanan bergizi, hingga pola asuh yang benar. Sosialisasi ini menjadi sarana peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dukungan penuh juga diberikan oleh Pemerintah Desa Sobontoro dengan mengalokasikan dana desa untuk operasional posyandu serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.
Komitmen ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menurunkan prevalensi stunting, guna mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas.(red)













