Tak hanya itu saja, Pangdam mengingatkan para mahasiswa untuk bisa menyampaikan aspirasi dengan tertib, dan tak menimbulkan kegaduhan publik.
“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai pengayom, sampaikan aspirasi dengan baik dan tidak menganggu ketertiban umum. Hindari tindakan anarkis. Mari kita jaga ketertiban bersama-sama,” jelas Mayjen TNI Rudy.
“Jangan sampai aspirasi-aspirasi adik-adik ini, nantinya ditunggangi oleh pihak-pihak yang memang tidak memiliki kepentingan dan tidak bertanggung jawab. Sehingga berpotensi terjadinya kericuhan,” imbuh Pangdam.
Lebih dari sekadar audiensi, pertemuan itu menjadi bukti bahwa Pangdam V/Brawijaya berkomitmen membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan pemuda. (Red)













