Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan driver dan mengurangi beban ekonomi yang mereka hadapi sehari-hari.
Ketua komunitas ojol ini juga mengingatkan para anggota dewan untuk tidak menyakiti hati rakyat, mengingat mereka dipilih oleh rakyat dan digaji dari keringat rakyat.
“Kalian dipilih rakyat bahkan gaji kalian dari keringat rakyat, jangan pernah kau sakiti hati rakyat wahai para anggota dewan,” tegasnya.
“Mengingat situasi yang tidak kondusif di luar Bojonegoro dan telah diberikan himbauan dari Kapolres Bojonegoro, komunitas ojol hanya membawa sekitar 100 anggota untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan menjaga aksi tetap damai,” tambahnya.

Suwito berharap aksi ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran juga kepedulian terhadap kesejahteraan driver ojol.
“Serta agar kejadian yang menimpa Affan Kurniawan tidak terulang lagi dan keadilan dapat ditegakkan,” tuturnya.
Dengan aksi damai dan doa bersama ini, semoga menjadi contoh wilayah yang lain bahwa menyampaikan aspirasi tidak perlu menggunakan tindakan yang berlebihan apalagi sampai anarkis.(sy)













