“Kita ingin meneladani semangat para pejuang, yang dulu berjuang dengan keterbatasan tapi penuh semangat gotong-royong. Lomba seperti ini mengajarkan kita arti kekompakan dan sportivitas,” tambahnya.
Selama lomba berlangsung, Lapangan Ahmad Yani berubah menjadi mini festival. Warna merah putih menghiasi setiap sudut, alunan lagu perjuangan mengiringi setiap sesi lomba, dan para peserta terlihat kompak mengenakan atribut khas kemerdekaan.
Ada yang mengenakan ikat kepala merah putih, ada pula yang mengecat wajahnya sebagai bentuk ekspresi cinta tanah air. Kebersamaan juga terasa saat Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/ Brawijaya Ibu Vira Rudy Saladun beserta pengurus dan anggota turut hadir memberikan semangat, menyediakan makanan ringan, dan sesekali ikut meramaikan lomba
Bagi Pangdam, peringatan kemerdekaan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menyebut bahwa momen 17 Agustus harus menjadi refleksi bersama tentang nilai pengorbanan, nasionalisme, dan tanggung jawab sebagai anak bangsa.
“Kemerdekaan bukan hadiah, tapi hasil perjuangan. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan mengisinya, tidak hanya lewat upacara atau lomba, tapi juga dengan dedikasi dan semangat kerja setiap hari,” tutur Pangdam. (*/red)













