Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi perguruan tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat untuk masyarakat Bojonegoro. Air bersih adalah kebutuhan mendasar.
Lewat program IPAH ini, LPPM ingin memastikan masyarakat, terutama di wilayah rawan air, dapat memiliki akses terhadap air yang layak dan aman dikonsumsi. Mengingat, potensi air hujan sebagai sumber air bersih di wilayah permukiman di Kabupaten Bojonegoro cukup besar, namun belum termanfaatkan dengan baik.
Air hujan di wilayah permukiman, selama ini sering berakhir sebagai air limpasan. Sehingga dengan adanya IPAH, air yang jatuh ke atap dapat ditangakap IPAH, ditampung dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Tantangan terbesarnya adalah, masyarakat penerima manfaat harus berupaya menyediakan tampungan secara mandiri sebanyak mungkin, agar cadangan air semakin banyak,” terangnya.
Selain itu, IPAH ini juga mempertimbangkan penanggulangan kekeringan jangka menengah, melalui sistem sumur resapan yang menjadi bagian dari IPAH. “Dengan dua upaya tersebut, dan tentu harus didukung dengan penanaman pohon, insyaAlloh ketahanan air di Kabupaten Bojonegoro akan dapat tercapai.” ujarnya.
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan dan dampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.(red)













