Sehingga dengan terjadinya upaya pembukaan isolasi hingga menghadirkan instalasi keamanan negara justru seharusnya menghadirkan kenyamanan hidup bagi rakyat sipil, tapi terkadang sebaliknya rakyat sipil menjadi “sasaran” rekayasa sosial untuk melahirkan konflik sosial hingga menjadi konflik bersenjata yang sulit diurai dari waktu ke waktu.
Rakyat Papua asli termasuk marga Assem di wilayah tersebut senantiasa ditempatkan bagaimana “musuh negara” oleh alat-alat keamanan negara demokrasi ini.”Jelas Warinussy.













