Sementara itu, Kabid Eksosbud Bakesbangpol, Agus Imantoro, mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi nasional, namun ancaman narkoba dan premanisme dapat merusak stabilitas dan menakutkan investor.
“Jawa Timur punya potensi besar menjadi center of gravity ekonomi nasional. Tapi kalau dibiarkan, narkoba dan premanisme bisa merusak stabilitas dan menakutkan investor. Kita harus tanggap,” tegasnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Komisi A DPRD Jatim, BNNP Jawa Timur, jajaran Polda Jatim, serta tokoh pemuda, ormas, dan perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan membawa pengetahuan serta semangat pemberantasan narkoba ke tengah masyarakat luas.
Bupati Bojonegoro secara resmi membuka sosialisasi dengan harapan besar bagi keberhasilan upaya pencegahan narkoba dan premanisme di wilayah Bojonegoro.(sy)













