Desa Mejuwet sendiri telah mencapai status “zero stunting” pada Juni 2025, berkat upaya keras kader PKK dan pemerintah desa. Cantika mengapresiasi keberhasilan ini dan berharap Desa Mejuwet dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain.
Dalam kunjungannya, Cantika juga melakukan pembinaan tematik tentang stunting dan memberikan bantuan simbolis bibit ikan, sembako, dan makanan bergizi untuk balita. Dengan upaya bersama, diharapkan angka stunting di Bojonegoro dapat terus menurun dan menciptakan generasi emas 2045.
“Semua itu bisa kita raih kalau pendidikan, kesehatan dan ekonomi kita baik. Hal itu juga bisa dimulai dari pencegahan terjadinya pernikahan dini,” kata Cantika.
Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, TP PKK Kabupaten Bojonegoro dan Desa Mejuwet berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penurunan stunting dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.(sy)













