Selanjutnya, Belanja subsidi hanya terealisasi sebesar 13,38 persen, karena anggaran tersebut diperuntukkan bagi subsidi bunga pinjaman mikro dan ultra mikro bagi peserta program Kartu Pedagang Produktif.
Sektor pendidikan juga turut menjadi perhatian, dengan rehabilitasi sebanyak 34 ruang kelas untuk jenjang SD dan SMP pada tahun 2024. Selain itu, alokasi Dana BOS Daerah dialihkan untuk pengadaan peralatan sekolah, menyusul pengangkatan guru tidak tetap menjadi PPPK.
Bupati menerangkan bahwa tingkat kemiskinan di Bojonegoro tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 11,6 persen, melalui strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.
“Penurunan ini ditempuh melalui strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Pendataan mandiri juga dilakukan melalui program Data Mandiri Kemiskinan Daerah yang mencatat 46.106 kepala keluarga miskin,” terang Wahono.
Bupati menegaskan keberlanjutan program Universal Health Coverage yang telah diintegrasikan dengan Jaminan Kesehatan Nasional, sehingga seluruh warga Bojonegoro mendapatkan layanan kesehatan gratis yang dibiayai dari APBD.
“Terdapat penurunan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran sebesar Rp 862 miliar dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan efektivitas dalam pengelolaan anggaran daerah,” pungkas Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Dengan demikian, diharapkan pembahasan lanjutan bersama DPRD Kabupaten Bojonegoro dapat semakin memperkuat kebijakan pembangunan yang lebih baik di masa mendatang. (Sy)













