Dengan menggunakan metode organik, petani dapat menghemat biaya hingga jutaan rupiah per hektar. Zaenal menyebutkan bahwa dalam satu hektar, petani dapat menghemat modal hingga Rp 2,5 juta.
“Budidaya pertanian organik, hasil panen padi lebih sehat, biaya murah, dalam satu hektar dapat menghemat modal bisa mencapai Rp 2,5 juta,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Pertanian Bojonegoro juga siap memfasilitasi pemasaran hasil panen padi organik, sehingga petani tidak perlu khawatir tentang hasil panen mereka. Zaenal mengajak petani untuk beralih ke pupuk organik guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Ini adalah salah satu langkah maju untuk menyejahterakan petani. Petani, ayo gunakan pupuk organik!” pungkasnya.
Dengan keberhasilan panen padi organik di Bojonegoro, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan swasembada pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.(sy)













