“Selama ini kami mendengar berbagai keluhan masyarakat maupun stakeholder terkait proses layanan pertanahan, mulai dari tata cara pengajuan sertifikat, melacak progres permohonan, hingga informasi mendasar mengenai persyaratan layanan,” jelas Putri.
Tiga inovasi tersebut meliputi Loket SAE (Layanan Online Kantor Pertanahan Sistem Administrasi e-Formulir), TARA AI (Tanya Administrasi Ruang dan Pertanahan berbasis Artificial Intelligence), serta aplikasi Bojonegoro Berita Acara Pengukuran Tanah.
Keberhasilan peluncuran aplikasi ini tidak lepas dari kontribusi sektor akademis lokal. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNUGIRI, M. Jauharul Vikri, M.Kom, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh Kantah Bojonegoro kepada para mahasiswanya untuk terlibat langsung dalam proyek pengembangan teknologi ini.
“Keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis praktik. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar secara teori tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui karya teknologi yang bermanfaat bagi instansi pemerintah dan masyarakat,” urai Jauharul Vikri.
Melalui peresmian tiga pilar inovasi digital ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro optimistis dapat mempercepat akselerasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.(red/wwu)













