Ads
RagamRegional

MWC NU Torjun: Perkuat Spirit Khidmah dan Resolusi Jihad pada HSN 2026

syailendraachmad51
×

MWC NU Torjun: Perkuat Spirit Khidmah dan Resolusi Jihad pada HSN 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20261024 WA0069

SAMPANG||TRANSISINEWS — Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menggelar serangkaian kegiatan keagamaan dan sosial di Desa Dulang, Kecamatan Torjun, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Semangat Hari Santri, Tingkatkan Empati, Bersama Membangun Negeri.”

Adapun rangkaian agenda yang dilaksanakan meliputi khotmil Qur’an, haul Muassis Nahdlatul Ulama beserta para leluhur, konsolidasi dan koordinasi internal organisasi, serta penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

IMG 20261024 WA0067
Nampak para pengurus MWC NU Torjun saat khotmil Qur’an.

Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, khidmat, dan lancar dengan dihadiri jajaran pengurus MWC NU Torjun, para tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Pengurus MWC NU Torjun, Ust. Abus Syakur, menegaskan bahwa peringatan HSN merupakan momentum penting untuk mengenang jasa, perjuangan, dan pengorbanan para masyayikh, santri, serta para syuhada pejuang kemerdekaan.

Menurutnya, semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus penghormatan kami kepada para masyayikh, para santri, dan khususnya para pejuang Resolusi Jihad yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam peristiwa heroik di Surabaya, Jawa Timur. Semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari harus terus kita warisi dan aktualisasikan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syakur menegaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak semestinya dimaknai hanya sebagai seremonial tahunan.

Ia menilai santri memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, mengawal semangat kebangsaan, serta menjadi pelopor kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Khotmil Qur’an menjadi ikhtiar spiritual untuk memperkuat batin, konsolidasi internal menjadi upaya memperkokoh soliditas jam’iyah, sedangkan penyaluran air bersih merupakan manifestasi nyata kepedulian sosial NU yang hadir untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai informasii: sebagian wilayah Kecamatan Torjun, khususnya di bagian selatan, masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.

Karena itu, penyaluran bantuan air bersih dinilai menjadi langkah yang relevan dan sangat dibutuhkan oleh warga.(tss)